Memberi dan Menginspirasi

Senin, 23 Maret 2020

Tips Menjaga Kewarasan Saat Social Distance


Belum lama rasanya nonton TV dan menyaksikan keadaan di Wuhan, orang-orang pada tumbang seperti di film-film zombie. Saat itu aku komentar, China lumpuh gara-gara Corona, tapi masih jauh itu kan di China, berdoa aja mudah-mudahan virus itu tidak sampai di Indonesia.  
Tiba-tiba ada kabar di Depok yang terinfeksi covid.19, kabar mulai simpang siur. Ada yang bilang jangan panik, pasien sudah membaik. Itu seperti influenza yang bisa sembuh sendiri, itu tergantung imun kitalah, kalau kita sehat dan imun kita bagus nggak akan kena. Aku mencoba berfikir positif,  yakin aja kalau Allah sesuai dengan persangkaan hambanya.
Hanya berselang beberapa hari saja dari berita dua pasien di Depok itu,  kini kasusnya merebak terutama di Jakarta. Data terupdate hari ini jumlah yang positif 329 dan angka kematian nya mencapai 25 jiwa. Dan indonesia tingkat kematiannya menduduki angka tertinggi di Asia Tenggara.
Pemerintah mengumumkan situasi bencana selama 14 hari dan kini ditambah menjadi 90 hari. Yang paling terkena dampak dari situasi ini adalah para pelaku ekonmomi menengah kebawah. Mereka yang tidak memilki penghasilan tetap, pekerja harian, buruh, tukang ojek, supir angkot, pedagang ofline.
Kebetulan aku PNS, bisa kerja dari rumah Work From home, anak-anak belajar dari rumah, suami bekerja di rumah jualan online. Jadi aman ketika ada himbauan #dirumahaja atau Social distance. Dan alhamdulillah tidak kekurangan makanan, obat-obatan, vitamin, tempat tinggal nyaman. Itu semua aku syukuri, tapi lihatlah situasi ini pasti berat bagi sebagian orang, dan keluarga besar juga mayoritas bekerja sebagai pelaku ekonomi. Mereka masih berjualan di pasar dan pasti bertemu dengan banyak orang. Mereka masih harus pergi ke pabrik, karena kalau tidak gaji mereka dipotong, belum lagi mereka yang tukang ojek atau supir angkot. Mereka itu tidak bisa di rumah aja, sementara anak istri mereka tidak punya bahan makanan yang harus dimasak. Yang lebih miris lagi himbauan cerita warga Jakarta ketika ada himbauan social distance, mereka mengeluhkan rumah yang padat penduduk, sedangkan mereka di rumah itu ada beberapa keluarga, untuk tidur pun susah. Jika hari biasa mereka ada yang kerja, sekolah jadi hanya malam saja mereka kumpul. Dan kini anak-anak libur, bagaimana rasanya.
Semua kejadian pasti ada hikmahnya.  Seperti saat ini aku bisa menikmati suasana rumah, biasanya pergi pagi dan pulang ketika matahari sudah terbenam. Hampir setiap hari seperti itu. Sama anak jarang ketemu, saya berangkat sebelum mereka bangun.  Sekarang saya di rumah anak-anak pun di rumah. Memang sih belum terbiasa, ada aja yang buat marah, buat stress. Anak-anak juga selagi masa di rumah aja bosan kali ya, jadi kakaknya yang biasa main keluar rumah mulai jail sama adeknya. Adeknya juga sedikit-sedikit teriak, ngadu ngga mau digangguin. Akhirnya emak teriak.
Dapur yang awalnya hanya untuk masak air, atau telor ceplok. Maklumlah aku termasuk orang yang simpel dalam hal makanan. Cukup beli di catering rumah sebelah. Kini berubah seperti dapur umum yang tidak berhenti ngebul. Ada aja permintaan anak-anak. Untunglah terbantu oleh mbah google untuk masak ini itu.
Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, hari pertama masih bulak-balik ke warung tetangga, aku berpikir untuk stok jajanan anak-anak yang disukainya. Untung pak suami mau pergi ke grosir makanan, saya rasa cukuplah untuk satu minggu kedepan. Oh ternayata baru sehari sudah  berkurang banyak chemilannya. Astaga, padahal makanan sudah saya simpan di tempat tersembunyi. Kode keras ke anak-anak jangan banyak ngemil, ntar gendut. Dan walau pun disiapin makanan di rumah, masih tetap pergi ke warung dan beli di abang-abang yang lewat. Ya salam.
Selain jadi koki jadi-jadian, seorang ibu juga harus siap jadi guru les privat. Anak-anak selama belajar di rumah, banyak sekali tugas sekolahnya. Tentu ini juga PR buat emaknya yang harus update terus dan jangan gaptek.
Itu pasti membuat stress bagi ibu-ibu yang tidak siap secara mental. Belum lagi cucian piring yang selalu numpuk, karena yang biasanya kita berbagi tugas sama abang-abang di sekolah, sekarang semua di rumah jadi otomatis menjadi tugas tambahan buat emak-emak.
Ini hanya tips dari saya yang memiliki anak usia SD, dan sedang aktif-aktifnya. Pertama kerjasama antar anggota keluarga, urusan dapur tanggung jawab  ibu, urusan kebersihan nyapu dan ngepel lantai jadi tanggung jawab anak yang besar, urusan cuci mencuci jadi tanggung jawab bapaknya. Sedangkan anak yang kecil mengurusi kebersihan kamar tidur.
Anak-anak pasti bosan kalau #dirumahaja, untuk menyiasati kebosanan, saya libatkan anak-anak dalam hal kerjaan ringan. Seperti kerja bakti di rumah, atau bercocok tanam. Saya masih bolehin anak-anak untuk jajan di warung tetangga, asal kalau dari luar langsung cuci tangan dengan sabun. Karena kita juga harus peduli dengan warga sekitar kita, usahakan beli kebutuhan di warung tetangga. Karena mereka punya anak dan istri yang harus dinafkahi.
Sebagai penutup, ibu-ibu yang sedang WFH, harus terus jaga kesehatan, harus strong dan jangan sakit. Karena ibu adalah jantung keluarga, ibu yang sehat ketahanan makanan keluarga aman. Siapkan mental dan tetap jaga kewarasan. Lakukan hobi di sela-sela kesibukan dan cukup istrirahat. Salam sehat.
  

0

Minggu, 23 Februari 2020

Cara Mempersiapkan Dana Untuk Umroh



Tahun ini kemungkinan besar ada kenaikan harga untuk pergi umroh. Kenaikan ini dipicu karena kenaikan dolar Amerika dan emas dunia. Sebenarnya berapa sih biaya untuk paket umroh? Ada berbagai paket umroh yang bisa diikuti, pilihlah sesuai budget keuangan. Tapi rata-rata dana yang harus dipersiapkan sekitar 36 juta.
Sebuah angka yang cukup tinggi, belum lagi harus mempersiapkan dana tambahan yang tidak terkaper dalam paket umroh. Bagi saya uang sebesar itu merupakan uang yang besar, sangat kecil kemungkinan untuk bisa pergi umroh atau haji jika kita tidak disiplin untuk nabung.  
Mungkin terlihat sepele ya disiplin nabung, tapi pekerjaan ini akan sulit dan berat  sekali dijalankan secara konsisten. Apalagi jika Anda tidak terbiasa menyisihkan uang. Tapi jangan khawatir Anda bisa memulainya dari sekarang. Dan jangan tunda-tunda lagi ya, mulai sekarang sisihkan uangmu untuk pergi umroh.
Pertama tentukan kapan kamu mau berangkat umroh, 2 tahun lagi atau 3 tahun lagi. Dan yang kedua tentukan paket umroh yang sesuai dengan budget. Yang ketiga mulailah menabung.
Agar bisa konsisten menabung untuk umroh sebaiknya membuka rekening sendiri untuk biaya umroh atau haji, biasanya bank Syariah memiliki tabungan untuk umroh and haji tersendiri, dengan menabung tersendiri dana yang sudah dikumpulkan tidak dapat dipakai untuk keperluan yang lain, selain itu kita bisa konsisten menabung dengan cara debit otomatis dari tabungan utama kita. Menabung paling tidak 10 % dari pendapatan kita. Lebih besar akan lebih bagus lagi.
Bagaimana kalau penghasilannya tidak tetap dalam satu bulan? Tetap mendahulukan pos pengeluaran sehari-hari dan tagihan bulanan. Agar tidak berlebihan sebaiknya ditentukan di awal bulan. Misal kebutuhan sehari-hari jangan melewati angka 3 juta.
Menekan pengeluaran, ini memang sulit dilakukan. Tapi coba cari cara hemat lagi agar lebih banyak lagi untuk di simpan. Misal dengan mengurangi jalan-jalan setiap minggu, menjadi 2 minggu sekali atau sebulan sekali. Atau dengan menghemat pengeluaran listrik dan internet. Matikan listrik yang tidak terpakai misalnya. Bisa juga dengan memasak sendiri, jangan serba beli.
Ada lagi yang harus dilakukan dan yang tak kalah penting adalah sedekah, jika semua cara sudah dijalankan, menabunglah di langit. Titipkan harta yang kita miliki sama Allah. Biar Allah nanti yang mencukupkan keperluan kita. Percayalah banyak keajaiban yang kita peroleh jika kita gemar sedekah. Dan sedekah itu membuat candu. Tidak percaya, jika Anda sedekah satu kali, maka Anda akan terus merasa ingin bersedekah lagi dan lagi. Karena Anda sudah merasakan manisnya sedekah. 
0

Sabtu, 01 Februari 2020

Berumrohlah saat masih muda


Tulisan ini lebih tepatnya untuk menyemangati diri agar semangat menabung buat umroh. Karena walau pun tulisan ini sebagai ajakan, bukan berarti saya udah umroh. Saya juga belum, tapi insya Allah jika Allah mengijikan dalam waktu dekat, mudah-mudahan Allah mudahkan semuanya untuk umroh. Amiin ya Robbal alamiin.
Keinginan untuk berkunjung ke rumah Allah, beribadah di sana dan menikmati jamuan-Nya adalah keinginan setiap muslim. Tapi keinginan itu ada yang sungguh-sungguh dan ada yang hanya di mulut saja. Jika orang yang bersungguh-sungguh, pasti lah akan berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh pula.
Sekali lagi ibadah umroh bukan hanya milik mereka yang punya banyak harta, ada kalanya yang punya banyak harta tidak ada keinginan untuk menjuju ke sana, karena mereka disibukkan dengan urusan dunia dan akhirnya melalaikan untuk melaksanakan ibadah yang satu ini. Mudah-mudahan saya dan keluarga dijauhkan dari sifat seperti ini.
Ibadah umroh termasuk ibadah yang berat, karena banyak yang harus dikorbankan, sudah jelas kalau harta, bukan sedikit yang harus dikeluarkan. Tapi juga yang tak kalah penting adalah pengorbanan waktu. Biasanya kaum muda-muda, pengusaha muda dan eksekutif muda kesulitan membagi waktu. Ada waktu yang harus dikorbanin, merasa takut meninggalkan kesibukan duniawi.
Terus terang termasuk saya sebagai seorang pekerja, sangat sulit untuk mengatur waktu kapan harus cuti untuk pergi umroh. Karena jika melihat kegiatan kantor tidak ada habisnya. Jadi setiap tahun selalu diajamkan, mudah-mudahan tahun ini bisa berumroh, tapi hal itu terkalahkan dengan kesibukan.
Saya merasa malu sekali dengan kisah yang viral, seorang guru honorer yang Allah mampukan untuk berumroh karena kesungguhannya menabung di langit dan menabung di akhirat. Kisah guru honorer itu sangat menginspirasi, ketika ia rindu Mekkah, ia bersungguh-sungguh membuka tabungan haji, membuat pasport padahal tabungannya masih jauh dari kata cukup. Mempelajari doa-doa umroh, melihat youtube tata cara umroh, ngeprint barang apa saja yang harus dibawa saat umroh. Dan dengan tak disangka-sangka Allah mencukupkan ongkos untuk umroh karena ada dermawan yang mau mengumrohkan guru honorer.
Padahal kalau dibilang saya mampu untuk berumroh, saya mampu, gaji saya berlipat-lipat lebih besar dari guru honorer tersebut, terkadang saya juga dapat banyak kegiatan dan proyek. Tapi Allah belum mengundang ke baitullah karena belum melihat keusngguhan ku. Astagfirullahal adzim.
Setelah membaca kisahnya, aku lakukan satu-persatu yang guru honorer itu lakukan, yang utama adalah banyak menabung di langit, yaitu bersedekah dan niatkan ingin ibadah haji atau umroh. Dan saya juga mulai buka youtube tentang umroh jika di waktu senggang. Kalau untuk buka tabungan haji dan buat pasport insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan urus, begitu ada kesempatan keluar kantor sebentar untuk ke bank dan mengurus pasport.
Ada banyak keutamaan ketika kita melakukan ibadah umroh di saat muda:
1.      Ibadah haji atau umroh merupakan ibadah fisik. Mulai dari kita di perjalanan yang jauh, melakukan thawaf dan sa’I, lalu mengunjungi tempat jiarah, pasti memerlukan fisik yang kuat. Anak muda pasti memiliki fisik yang lebih fit dan sehat. Selain kita beribadah kita juga bisa traveling dan kulineran.
2.      Pahala yang besar, ketika kita maksimal ibadah di tanah suci dan melakukan ibadah dengan khusuk, pasti pahala dan berkah Allah berikan kepada kita.
3.      Daya ingat, ibadah umroh memerlukan daya ingat untuk melafalkan doa-doa. Orang yang masih muda tentu daya ingatnya lebih kuat dengan orang tua.
4.      Jiwa petualang yang tinggi, sudah saya sebutkan di atas, kalau masih muda tentu ingin menjelajahi tempat-tempat bersejarah lebih banyak dan bisa kulineran tanpa khawatir dengan pengarauh kesehatan.
Mudah-mudahan pembaca semua, menjadi tamu Allah dan mendapat jamuan terbaik dari Allah di Tanah suci. Amiiin.
    
0

Kamis, 30 Januari 2020

Menjaga Kesehatan dengan Menjaga hati tetap bahagia


Tahukah Anda jika hati sedang sedih, pasti kesehatan secara otomatis menurun. Apabila kondisi mental sedang badmood akan berpengaruh juga dengan kondisi fisik. Oleh sebab itu saya punya cara sendiri agar tetap sehat menuju kepala empat  dengan menjaga hati tetap bahagia.
Memasuki  usia kepala empat memang tidak bisa dipungkiri banyak terasa keluhan di tubuh, apalagi kita makan apa saja dan jauh dari pola makanan sehat. Seperti sering makan junkfood, makanan serba instan dan juga banyak mengandung pengawet. Tapi saya punya terapi tersendiri untuk mengurangi stress agar hidup bahagia. Karena tujuan hidup kita adalah menjadi orang bahagia, buat apa harta banyak tapi tidak merasakan bahagia, betul apa betul?
Pertama yang saya lakukan adalah menerima diri ini apa adanya, terimalah diri Anda apa adanya baik kekurangan mau pun kelebihannya. Dengan menerima diri apa adanya Anda akan merasa percaya diri, dan dengan percaya diri bertambahlah kebahagiaan Anda.
Kedua : membuang prasangka buruk dan tetap berpikir positif. Prasangka buruk akan membuat diri kita menjadi was-was dan khawatir. Cara terbaik adalah dengan berpikir positif dan jangan terlalu memusingkan hal yang belum terjadi.
Ketiga : istirahat dengan cukup. Jika tubuh sudah lelah itu adalah kode kita harus istirahat. Jangan biarkan tubuh kita diporsir untuk bekerja. Karena sejatinya tubuh itu juga mempunyai hak untuk istirahat. Dan biarkan tubuh dan organ-organ lainnya beristirahat. Istirahat yang terbaik adalah dengan tidur. Tidak perlu tidur lama, yang penting tidur itu berkualitas.
Jauhi penyakit hati: iri hati, dengki dan serakah. Tiga penyakit ini akan membuat hidup Anda tidak bahagia. Percayalah. Jauhi sifat iri hati dan cemburu dengan apa yang orang lain miliki. Percaya saja rezeki tidak akan tertukar. Dengan begitu kita juga tidak akan serakah. Ingat ya Allah tidak suka dengan orang yang serakah.
Melakukan banyak kegiatan sosial, hal ini bisa membuat kita lebih bahagia. Contoh ikut kegiatan bakti sosial, memberikan santunan kepada orang yang membutuhkan. Biasanya ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat orang lain bahagia.
Selanjutnya menyalurkan hobi, karena hobi saya menulis ya saya rajin lah menulis. Dengan menulis hati terasa bahagia dan plong. Apalagi kalau hobi ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, pasti akan lebih membuat bahagia.
Lakukan hal yang membahagiakan. kalau memang Anda bahagia setelah shoping, maka lakukanlah shoping. Asalkan jangan kebablasan dan harus sesuai dengan kemampuan. Kalau saya merasa bahagia setiap kali membeli perhiasan emas. Maka saya kalau lagi suntuk, pergi ke toko emas atau pegadaian untuk membeli cincin atau gelang yang saya mau.  
Jangan lupa berlibur, sekali-kali libur dengan keluarga sangat bagus, selain bisa mendekatkan diri dengan keluarga berlibur juga akan membuat hati lebih bahagia. Apalagi jika Anda bekerja dari pagi hingga malam, manfaatkan waktu liburan untuk bersenang-senang dengan keluarga.    
0

Jumat, 24 Januari 2020

Apa Yang kamu Kerjakan di Hari Minggu


Hari minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh saya yang kerjanya nguli. Setelah dari senin sampai Jumat kita kerja, saatnya hari minggu kita menikmati hasil kerja dong. Dengan leyeh-leyeh, nonton TV, baca buku kesayangan, atau jalan-jalan menikmati udara sekitar perumahan sambil sekali-kali menyapa ibu-ibu komplek. Ya walau pun panas dan gersang di Perumahan Bekasi Utara.
Sayangnya saya bukan tipe seperti itu, hari minggu selalu banyak aktivitas, seperti menulis dan menuangkan ide, mempelajari sesuatu hal yang baru,  jualan online, mengerjakan pekerjaan rumah, pokoknya saya orangnya tidak mau diam.
 Seperti saat ini tak ada ide untuk nulis, jadi nulis ngalor ngidul deh…wk…wk…wk. eh tapi emang bener saya orangnya tidak mau diam, seperti nonton TV saya merasa rugi waktu kalau hanya tiduran nonton TV, jadi kalau mau nonton saya gelar lah lapak setriaan di depan TV. Jadi sambil nonton sambil nyetrika. Dua pekerjaan sekaligus. Film atau acara selesai, ya saya juga selesai nyetrika. Suatu hari saya panggil Go Clean ke rumah, saya gatal kalau saya hanya duduk manis sedangkan orang lain kerja. Walau pun saya bayar. Mbak Go Cleannya bilang, “Ibu duduk aja, biar saya yang kerja.” Dia juga menawarkan untuk menyetrika. Ya kalau nyetrika sama orang, nanti saya nonton TV ngga ada kerjaan.
Sebenarnya itu terjadi mungkin karena dari kecil sudah terbiasa berkatifitas full. Jadi kalau tidak ada kegiatan, pasti terus mencari kegiatan. Rasanya tidak enak duduk bengong. Makanya kenapa anak-anak yang full aktifitas akan lebih sukses dibandingkan dengan anak yang kurang aktifitas. Apalagi anak sekarang ada istilah mager atau males gerak. Istilah ini jika dipelihara dalam diri anak, akibatnya anak lebih suka bermalas-malasan.
Tapi jangan juga tubuh ini diporsir kerja dan melupakan istirahat. Ya kalau tubuh sudah lelah, istirahatlah. Karena organ-organ tubuh juga perlu istirahat. Jika tidak maka fungsi-fungsi organ tersebut akan terganggu dan mengakibatkan kerusakan. Walau pun dampaknya tidak langsung. 
0

Minggu, 12 Januari 2020

Pengalaman Membuka Deposito Bank Syariah Mandiri


Sebenarnya sudah lama ingin menulis ini, tapi karena kesibukan pekerjaan dan saya termasuk blogger malas nulis he…he… jadi baru kali ini saya tuliskan pengalaman membuka deposito di Bank Syariah Mandiri.
Alasan saya memilih deposito dan bukan investasi lainnya karena deposito termasuk jenis investasi yang mudah dan minim resiko, walaupun bagi hasilnya kecil dan tidak sesuai dengan inflasi. Ya tapi ini termasuk investasi jangka pendek yang bisa dilakukan dari pada uang mengendap di tabungan. Saya pernah beli emas batangan atau logam mulia, tapi kalau untuk jangka pendek investasi emas sangat tidak dianjurkan. Emas itu investasi jangka panjang. Karena harga beli emas tidak sama dengan ketika mau menjualnya. Jadi kalau untuk jangka panjang, marginnya lumayan.
Kenapa saya memilih deposito bank Syariah mandiri, pertama karena saya sudah memiliki rekening di Bank Syariah Mandiri,  kedua deposito di bank syariah menetramkan jiwa, sistemnya sesuai syariah dan membawa keberkahan. Dan yang ketiga setelah survey beberapa bank syariah, yang menawarkan bagi hasil tinggi tertinggi adalah Bank Syariah Mandiri.
Cara daftar deposito Bank Syariah Mandiri tidak sulit, Anda cukup datang ke Bank Syariah Mandiri dengan membawa KTP dan buku tabungan jika sudah punya rekening di bank tersebut. Saya datang ke cabang yang di Jati Negara, kebetulan tidak jauh dari kantor. 5 menit dengan ojek online sudah sampai ke TKP.
Saya diterima dengan ramah oleh petugas Bank, setelah mengantri tibalah giliran saya duduk di depan customer service. Hanya butuh beberapa menit untuk mengisi formulir, dan menandatanganinya di atas materai. Tara…akhirnya saya punya deposito di bank. Jumlahnya tidak banyak sih hanya 30 juta, dan sekarang setelah 3 bulan berlangsung bagi hasilnya sudah sekitar 300 ribuan lebih. Kecil ya…tapi masih lebih untung jika kita menyimpannya di rekening tabungan.
Sangat banyak jenis investasi diluaran yang menawarkan kemudahan, tapi dengan memilih bank syariah harta yang kita titipkan digunakan untuk membiayai usaha produktif yang halal. Pembagian keuantungan dilakukan dengan bagi hasil atau nisbah dengan akad mudharabah insya Allah sesuai dengan kaidah hukum islam.
Oh ya deposito juga bisa digunakan sebagai jaminan kita untuk meminjam dana bank. Semisal kita butuh dana untuk usaha dan lain-lain. Semoga berkah ya bertransaksi di bank syariah. Amiin ya robbal alamiin.
0

Sabtu, 11 Januari 2020

PEMBERSIH WAJAH B ERL MAKEUP REMOVER COCOK UNTUK TRAVELER AGAR WAJAH SELALU KINCLONG

Bagi wanita kecantikan itu penting, termasuk bagi Anda seorang traveler. Salah satu hal yang penting jangan ketinggalan adalah make up. Baik itu makeup tebal, mau pun make up tipis agar penampilanmu tetap cerah.
Seperti halnya saya sering keluar kota untuk menghadiri pertemuan-pertemuan atau harus dinas keluar  daerah. Terkadang males kalau lagi dinas untuk membersihkan wajah, biasanya rangkaian pembersih wajah sangat banyak dan membuat ribet. Selain itu akan menghabiskan space untuk bawaan tas.
Tapi semenjak kenal sama B erl make up, membersihkan wajah bukan perkara sulit. Karena Berl memiliki Makeup remover yang memiliki 3 manfaat yaitu, remover, toner dan cleanser.    Dengan tiga manfaat tadi, saya tidak perlu membawa banyak bawaan. Cukup satu botol praktis yang mudah dibawa kemanapun.

B erlmake up remover diperuntukan untuk kulit normal atau pun sensitif, dengan satu langkah saja mampu menghapus make up, pembersih wajah dan merawatnya. Diperkaya dengan ekstrak chamomile yang aman bagi ibu hamil dan menyusui. Selain itu sebagai anti oksidan untuk memperlambat proses penuaan.

Pengalaman saya menggunakan Make up Remover adalah pertama tentu membersihkan sisa makeup secara menyeluruh, terutama make up tebal dan longlasting. Manfaat lainnya yang tak kalah penting adalah mampu mengecilkan pori-pori, dan make up remover dengan wangi khas yang lembut juga tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Karena banyak produk yang lain hanya cocok pada kulit tertentu.
Harga make up remover sangat terjangkau, dan bisa di beli di agen kosmetik di seluruh Indonesia. Yuk jaga kesehatan kulit wajah dengan rajin membersihkan sisa make up. 
0