Memberi dan Menginspirasi

Jumat, 27 Desember 2019

Merawat Luka Pasca-Operasi yang Baik dan Benar


Keadaan pasca-operasi merupakan proses penting untuk masa penyembuhan. Anda yang baru melakukan operasi biasanya bertanya-tanya berapa lama proses penyembuhannya dan kapan perban atau kasa bisa dilepas. Butuh perawatan yang baik dan benar agar oasien dpaat sembuh lebih cepat. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan.
-          Perban Luka Jahitan Operasi Harus Selalu Diganti
Perban luka bekas operasi memang harus selalu diganti. Pihak rumah sakit biasanya melakukan hal ini dalam proses penyembuhan. Anda bisa memperhatikan luka anda saat melihat dokter atau perawat mengganti perban anda. Setelah melihat, anda bisa tahu ciri-ciri luka bekas operasi yang baik maupun tidak dan bisa memantau kondisi luka anda dari hari ke hari.
-          Jaga Kebersihan pada Luka Bekas Operasi
Selain pihak rumah sakit atau dokter, anda juga bisa mempercepat penyembuhan sendiri, salah satunya dengan menjaga kebersihan pada luka. Jika anda ingin memegang luka, pastikan cuci tangan terlebih dahulu. Biasanya, luka operasi yang masih baru tidak diperbolehkan mengenai air sedikit saja, maka jagalah luka tersebut jangan sampai terkena air, namun area di sekitarnya tetap bersih.
-          Luka Bekas Operasi Bisa Terbuka Kembali, Maka Perhatikan
Bukan tidak mungkin, luka bekas operasi bisa terbuka lagi waktu proses penyembuhan. Jika hal ini terjadi maka segeralah hubungi dokter untuk memperbaiki jahitannya. Namun anda bisa mencegah hal ini terjadi seperti dengan menghindari melakukan pokerjaan yang berat yang bisa menimbulkan kontraksi pada jahitan.
-          Gunakan Antibiotik untuk Mengobati Iinfeksi
Pemberian obat berupa antibiotik dilakukan jika terjadi Infeksi Luka Operasi. Antibiotik sebagai obat luka operasi bisa digunakan dalam bentuk suntikan atau tablet. Dalam skala kecil bahkan antibiotic juga bisa berupa krim. Antibiotik digunakan untuk mengobati luka infeksi dan menghentikan penyebarannya.
-          Konsultasi dengan Dokter
Cara merawat luka pasca-operasi yang terakhir yakni selalu berkonsultasi dengan dokter yang menangani operasi anda. Konsultasi dengan dokter menjadi penting jika terjadi hal-hal yang di luar pengetahuan anda. Misalnya, saat anda melihat bercak kuning atau merah pada perban, maka kemungkinan mengalami pendarahan pada luka operasi. Dokter menjadi orang yang tahu apa yang harus lakukan saat itu untuk menghentikan pendarahan.
0

Jumat, 20 Desember 2019

Gejala Pilek pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Penyakit yang paling sering menyerang bayi merupakan penyakit pilek. Meskipun penyakit ini merupakan penyakit yang biasa menyerang bayi, sebagai orang tua Anda harus mengetahui gejala-gejala tanda penyakit pilek yang wajib diwaspadai serta cara mengatasinya agar penyakit pilek ini dapat diatasi sedini mungkin sehingga tidak bertambah parah.

Gejala Pilek yang Perlu Diwaspadai

Segeralah temui dokter bila bayi Anda mengalami gejala seperti di bawah ini:
1. Sering muntah
Untuk pertolongan awal, berikan obat mual dan muntah salah satunya vometa drop dengan penjelasan pada link berikut https://www.goapotik.com/produk/vometa-drop-10-ml.
2. Demam
Suhu badan di atas 39 derajat celcius.
3. Sesak Napas
Sesak napas yang diiringi dengan mengi atau suara napas yang terdengar aneh.

4. Batuk
Batuk yang disertai dahak atau bahkan percikan darah keluar dari mulut dan berlangsung lebih dari dua hari.

5. Sakit telinga
Pada bayi, gejala ini biasanya ditunjukkan dengan bayi yang sering menggosok dan menarik telinganya. Selain itu, bayi yang mengalami sakit telinga biasanya selalu menangis saat menyusu.

6. Kejang
Gejala lainnya yang perlu diwaspadai ketika bayi Anda pilek disertai dengan kejang-kejang.

7. Pendiam dan rewel
Ketika bayi diam, rewel, tidak mau menyusu atau makan, dan selalu terlihat mengantuk Anda harus waspada.

8. Muncul perubahan pada bagian tubuh bayi
Perubahan ini berupa mata memerah, kulit pucat, serta bibir dan kuku tampak kebiruan.

Mengatasi Pilek pada Bayi

Berikut adalah kiat-kiat untuk mengatasi pilek pada bayi:
1. Memberikan ASI atau Sufor
Bertujuan agar bayi tidak mengalami dehidrasi dan memperkuat daya tahan tubuh serta membantu melawan infeksi penyebab pilek.

2. Beri obat
Berikanlah obat hidung mampet dan hidung meler  pada bayi untuk melancarkan saluran pernapasannya yang tersumbat oleh lendir.


3. Gunakan pelembab udara
Pelembab udara dapat membantu mengencerkan lendir agar saluran pernapasan anak menjadi lebih lancar. Ini merupakan cara lain selain pemberian obat pada bayi.

4. Tinggikan posisi kepala
Membuat posisi kepala bayi lebih tinggi dari anggota tubuh lainnya dapat membantu bayi agar lebih leluasa bernapas.



0