Memberi dan Menginspirasi

Minggu, 06 November 2016

Berbeda Jangan Sampai Bermusuhan


Karena perbedaan itu hidup ini menjadi indah, seperti laki-laki dan perempuan yang diciptakan berbeda.  Apalagi kita hidup bernegara, yang bermacam-macam suku ras, agama dan kebudayaan. Menyikapi Aksi Damai 411 di Jakarta,  saya  hanya ingin menulis hikmah dibalik kejadian aksi tersebut.
Saya bukan orang pintar, saya hanya wanita biasa yang masih punya banyak kesalahan. Hanya ingin meluruskan kesimpangsiuran yang terjadi di media sosial. Karena di media sosial banyak yang share kalau ini ada muatan politiklah, kalau ini ingin menggulingkan pemerintahlah, ingin mengusir Cina dan keristen.
Ketahuilah bahwa islam itu cinta damai, agama yang santun, agama yang sangat  toleransi, tidak suka kekerasan.  Saya berteman dengan listas agama, selama ini hubungan kami baik-baik saja, kami saling toleransi.  tapi  disaat ulama dan saudara-saudara seakidah dengan saya sedang melakukan demo di Istana presiden, jelas  saya  berada di barisan ulama dan guru-guru saya walau pun saya tidak turun kejalan, hanya bisa berdoa di rumah mudah-mudahan  semua mujahid dan mujahidah bisa  kembali dengan selamat.
Isu bahwa aksi damai tersebut ditunggangi aktor politik, itu  belum terbukti, karena yang hadir saat itu sekitar 3 juta jiwa, partai politik mana yang bisa menghimpun masa sebanyak itu. Justru umat islam selalu terpecah belah jika urusannya politik, tuduhan ingin mengusir Cina dan kristen, itu pun tidak terbukti, tujuan demonstran hanya satu minta keadilan  pada penista Al Quran.  Bahkan ada seorang pemuka agama lain yang turut membantu logistik dalam aksi damai, juga ada etnis Tonghoa yang ikut aksi memungut sampah bergabung dalam barisan.  Mereka bahu membahu berdampingan. Ini yang saya lihat di media sosial lho.
Tapi yang disayangkan ada banyak orang munafik yang menyebar  berita viral yang simpang siur di timeline facebook,  untuk mengimbangi berita-berita  tersebut saya juga mengshare  berita-berita yang menurut saya lebih akurat. Tidak ada maksud untuk menyakiti siapa pun, agama apa pun.  Tapi jika memang tidak sependapat dengan saya, tidak usah minta izin dulu unfriend saja langsung.  Sama halnya dengan saya jika ada yang buat hati panas dengan postingan seseorang, buat apa pertemanan di pertahankan.   
Oh ya judulnya kan ingin menuliskan hikmah di balik kejadian aksi damai 411, umat islam itu sulit bersatu, selalu terpecah belah suaranya tapi dengan kejadian ini semua umat bersatu, saya  ucapkan terima kasih kepada Pak Ahok yang telah mempersatukan umat islam. 
Hikmah kedua, kita bisa tahu kualitas pemimpin kita. Kita rindu pemimpin yang bisa dibanggakan.  Semua umat islam kecewa dan sedih melihat para ulama yang sudah datang jauh-jauh diabaikan begitu saja. 
Aksi damai dan bermartabat ini sebagai sejarah di Indonesia, islam pernah bersatu membela akidah. Dan sayang jika aksi ini tidak saya tuliskan sebagai  bahan bacaan  kelak  anak cucu saya. Jika yang tidak sependapat bisa menulis juga sesuai pendapatnya. Salam perdamaian piis.
Islam agama rahmatan lilalamin, percayalah kami tidak akan mengusik jika tidak diusik. Tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Salam damai


0

Jumat, 04 November 2016

Mencari Makanan Halal Di Bali

Bagi muslim yang hendak wisata ke Bali, jangan khawatir sekarang banyak pengusaha muslim mendirikan restoran di sana. Awalnya saya merasa takut, jangan-jangan hidangannya daging B2. Panitia memang sudah mengwanti-wanti pemandu wisata untuk membawa ke restoran yang halal, karena mayoritas pegawai yang ikut beragama islam.
Hari pertama di Bali, kami dan rombongan makan malam di Jimbaran. Tiba di Bandara Ngurah Rai sore, lalu kami pergi ke Uluwatu untuk melihat sunset. Di Jimbaran banyak sekali restoran dengan berbagai menu. Kami sengaja memilih restoran seafood dipinggir pantai. Suasana begitu romantis diiringi deru ombak tambah nikmat makan dalam keadaan lapar.
Seefood yang dihidangkan ikan bakar, cumi krispi, udang bakar dan kerang. Dimakan pakai sambal dan nasi pulen, nikmatnya.
Benar-benar pengalaman makan yang begitu nikmat, mungkin karena makan di pinggir pantai hanya diterangi lilin-lilin kecil dan suara ombak. Pokoknya recomended deh restoran seafood di Jimbaran, sayang aku lupa nama restorannya.
Hari kedua kami mampir di rumah makan padang, pemiliknya seorang muslim. Kenapa saya yakin? Karena di sana terpampang nama pemiliknya seorang haji, dan tertera dengan jelas di sana label halal. Selain itu di dinding restoran terdapat foto-foto Ka’bah beserta pemilik restoran.

Untuk makan malam, panitia memesan nasi box dari restoran sunda, menunya ayam goreng dan sayur asem ditambah sambal terasi. Alhamdulillah selama 3 hari di Bali, saya makan tidak merasa mangmang kalau bahasa sunda mah, atau ragu-ragu masalah kehalalan. Untuk menu di hotel juga, kami meminta menu seafood dan ayam.
Selain bahan baku yang halal, proses pembuatannya juga harus halal, seperti alat-alat untuk memasaknya harus yang halal.
Jadi untuk muslim yang hendak berlibur atau wisata ke Bali jangan khawatir ya masalah makanan, dan terima kasih kepada semua pengusaha restoran muslim yang sudah menyediakan makanan halal untuk kami wisatawan yang mayoritas muslim. Insya Allah usahanya berkah dan sukses.



0

Minggu, 30 Oktober 2016

4 Ide Bisnis yang Bisa Dilakukan Di Rumah


Berawal dari sebuah mimpi, ya memang dulu saya hanya bermimpi punya bisnis di rumah. Alasan pertama yaitu agar punya banyak waktu untuk keluarga, apalagi saya punya kekurangan di kaki kanan cacat. Jadi kalau bisnis di rumah, saya tidak harus pergi ke kantor setiap hari. Mimpi saya ingin punya toko online tanpa punya modal barang sendiri. Mulai lah saya menjual barang milik orang lain. Dari barang campuran alat rumah tangga, kecantikan hingga baju muslim. Tapi apa yang saya peroleh? Bisnis toko online saya hanya mendapatkan satu dua pembeli saja yang keuntungannya juga tidak seberapa. Semua orang mencibir kalau saya nggak akan berhasil dengan toko online nya. Tapi itu tak membuat saya putus asa, saya mencoba cara pemasaran baru, trial eror sih. Karena semua saya lakukan otodidak. Akhirnya setelah 3 tahun saya tekuni dengan berbagai tantangannya, saya kini memiliki 3 toko online dengan satu brand baju muslim pria. Itu berkat ketekunan, ya saya yakin sekali setiap bisnis yang kita tekuni, asal tekun dan konsisten pasti akan ada hasilnya. Kata orang sunda mah lamun keyeng tangtu pareng, kata pepatah arab mah man jadda wa jada, pasti sudah pada tahu kan artinya.

Nah apa saja sih bisnis  yang bisa ibu rumah tangga lakukan di rumah, agar tidak meninggalkan kewajibannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.   Berikut ada 4  ide yang paling banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga.

1.         Bisnis catering- siapa bilang bisnis catering bisnis kuno, bisnis ini merupakan lini bisnis UMKM paling populer. Memang kalau dilakukan sendiri pasti repot, tapi bisnis ini memang sangat dibutuhkan. Tatkala kita mau buat hajatan, pasti bisnis catering ini sangat membantu. Mulailah dari hal kecil dulu, seperti  dengan cara menitipkan di toko-toko terdekat. Insya allah jika rasanya enak, orang akan berbondong-bondong memesan.
2.        Make over kue – bagi Anda yang suka menghias kue, bisa membuka kursus selain membuka pesanan untuk kue.
3.        Online shop, dengan modal android dan laptop bunda sudah bisa membuka toko online. Bagaimana dengan produknya? Kita manfaatkan orang-orang yang punya modal. Kita hubungi mereka dan minta izin untuk ikut memasarkan produknya. Mereka pasti akan senang karena telah terbantu untuk pemasaran. Online shop ini salah satu bisnis yang saya jalankan, walau pun saat ini saya sudah bekerja di kantor sebagai ibu yang bekerja, dari bisnis yang awalnya iseng ini, alhamdulillah omzetnya lumayan buat nambah-nambah uang dapur.
4.        Menulis online, bagi anda yang suka nulis bisa menjadi ladang juga. Jika memiliki banyak waktu luang, bisa membuka bisnis tulisan atau agensi naskah. Tapi jika waktunya memang terbatas seperti saya, bisa ikut berbagai komunitas blog yang biasanya ada selalu peluang untuk mendapatkan uang dari menulis. Seperti yang saya lakukan, walau pun yang di dapat tidak seperti kita menjadi penulis novel yang bisa kebeli rumah mewah, tapi lumayan untuk membeli seliter beras dan segenggam berlian.


Mudah-mudahan bunda selalu di beri kesehatan dan umur panjang. Amiin.
1

Sabtu, 29 Oktober 2016

Contoh Carita pondok Bahasa Sunda

Nemu tulisan lama, saat lagi semangat kirim tulisan ke media. Selain nulis dalam bahasa Indonesia saya juga nulis dalam bahasa Sunda. Salah satunya nulis carpon atau carita pondok. Dari kecil saya memang suka baca carpon. sebagai hiburan. Carpon ini pernah saya kirimkan ke koran, tapi kurang beruntung alias tidak di muat. 


Judul: Salingkuh 
Peuting geus jempling. Kuring can bisa sare dapuguh biasa begadang, dipeureum-peureum oge ku hese ngaleyep.  Laptop mah hurung keneh, nganggeuskeun naskah bari facebookan.  Barudak  geus aya di alam mimpi masing-masing, ngajajar tilu siga pindang. Sicikal nu karek kelas dua SD, nu kadua karek asup TK, nu pangleutikna umur 3 taun, keur memeujeuhna ceuk baturmah. 
 Neuteup barudak nu keur tibra bangun nu nikmat taya kahariwang. Sok ras inget ka zaman dimana kuring jeung salaki anyaran ngawangun rumah tangga. Tihothat pisan.  Otak jeung tanaga dikuras, kumaha sangkan dapur terus ngebul. Enya oge kuring sakola nepika paguron luhur, tapi ari teu boga kawawuhan mah tetep we hese neangan gawe.
Hate geus gilig rek mantuan salaki dina hal maisyah neangan rizki anu halal, da salaki ngan saukur buruh pabrik nu ceuk paribasana gali lobang tutup lobang. Atuh alesanana kuring neangan gawe teh kulantaran lebar, ngamanfaatkeun ijazah anu nang sakola welasan taun.
Padahal mah nomor hijina butuh ku duit, komo mun ningali kahareup ayena anak hiji sakieu susahna, kumaha mun boga anak dua atawa tilu, kitu pamikiran pondok namah.  Tapi ari itung-itungan pangeran henteu kitu geuning.
Duka teuing sabaraha puluh surat lamaran anu ku kuring dikirimkeun ka perusahaan, meh unggal poe meuli Koran, sugan jeung sugan aya lowongan anu cocok jeung pendidikan kuring.  Kitu deui lamaran anu melalui  surat elektronik mah geus teu kaitung.
Kesang luut leet, kuring masih keneh apay-apayan mapay jalan bari mamawa amplop nu eusina taya lian ti surat lamaran. Tapi can aya hiji oge anu narima. Inget keneh kuring nepika datang ka Jakarta da maca lowongan dina Koran.
Maklum ti kampung, kuring can apal jalan-jalan di Jakarta, harita kuring rek wawancara jam 10 isuk-isuk, nyubuh keneh ti terminal Leuwi Panjang, jam dalapan oge geus nepi ka Jakarta namah, ngan alamat anu kukuring rek dituju, can apal. Ceuk informasi nu kukuring ditarima dina telepon kamari, naek bus way ti terminal Rambutan. Sanggeus meuli tiket, kuring naek kana bus way, unggal euren kukuring  dibaca bisi salah turun.  Kuring geus cangkeul, waktu terus nyerelek, antukna kuring nanyakeun ka kondektur bari era oge kaciri kakara ka kota.
Kuring salah naek bus, “Nanti di depan, naik lagi yang jurusan Slipi.” Pangalaman naek bus way. Matek ge kudu tatanya. Akibatna kuring gagal wawancara, da datang ka kantor hampir lohor, waktu wawancara geus beak. Eta oge dititah datang deui isukan.   
Kuring oge pernah katipu lowongan kerja tinu Koran, dina iklan eta teh ngabutuhkeun lulusan SMA, D1, D3, S1.  Jang ditempatkeun bagian administrasi. Sanggeus cumpon sagala rupana, kuring menta izin ka salaki rek ngadatangan alamat anu aya dina iklan lowongan kerja eta.
Budak mah biasa we dipihapekeun di nini na, rada hese oge ninggalkeun budak dua anu sapopoe piindung. Tapi kuring geus gilig, teu ningali katukang, budak nu ceurik, ah da engke oge jempe piker kuring harita.
Turun tina elf, kuring nyimpang heula ka kios samemeh katempat anu dituju, mun teu salah mah alamatna teh sekitar Leuwi panjang. “ Bu bade tummaros terang alamat ieu ?” kuring  api-api meuli cai nginum kanu boga kios. “Oh ieu caket, lempeung, terus belok kanan. Aya perlu naon neng ?”  “ Abdi maca dinu Koran aya lowongan kerja.” “ Ke, ke ieu alamat asa kungsi apal.” Nu boga warung ngahuleng. “Oh neng, tong ngalamar kadinya, sanes ibu nyingsieunan, alo ibu katipu, seep ratusan rebu. Da sanes lowongan anu aya dina Koran. Eta mah jadi sales, jabaning kudu di bayar heula barangna. Ibu  mah ngan saukur ngawartosan, etamah kuma neng bade kaditu mangga. Emang seueur anu naroskeun alamat eta teh, tos sababaraha urang, mangga we bilih panasaran mah cobian heula.” Teug we hate teh. Kuring balik deui samemeh ka tempat anu dituju, jang naon ngabeakkeun waktu, jaba budak bisi haying nyusu.
Tapi ayeuna Alhamdulillah, ti saprak kuring  panggih jeung babaturan anu icikibung dina perfilman, kuring ditawaran nyieun naskah jang tayangan striping. Da puguh babaturan kuring apal mun kuring resep nulis,  malah keur kuliah mah mindeng tulisan teh dimuat dina majalah atawa Koran. Awalnamah kuring teu yakin bisa  nyumponan tawaranna. Tapi naon salahna lamun dicoba. Produser kataji kana idea nu kukuring ditulis. Alhamdulillah ratting na alus wae, bahkan nepi ka ngaratus episode. Tina hasil nulis kahirupan kuring beuki beunta. Awalna imah ge ngontrak, ayeuna boga kontrakan sok sanajan karek sabaraha petak. Kuring bisa meuli sawah dilembur, investasi ceuk basa keren namah. Kitu deui kandaraan pribadi. Budak kacumponan sagala kahayangna. Ari dina segi ekonomi mah, teu kakurangan.
Ngan hanjakal, kabahagian teh teu ditingali tinu harta gening, saperti ayeuna kuring didieu teu bisa  sare, kadenge hawar-hawar beja, yen salaki kuring salingkuh jeung batur sapagawean. kuring tara curiga mun salaki kuring telat ti pabrik, da cenah ngalembur. Siga peuting ayena, jam geus nunjukkeun jam 12 peuting, tapi can kaciri pibalikkeun.
Hate leutik geus teu bisa di bobodo, ditelepon teu diangkat, kitu deui di SMS mah teu dijawab. Kamana atuh ? hate jumerit. Ku kuring sakali deui di telepon make kartu nu aya dina modem, jadi manehna can apaleun nomerna.
Mun enya salingkuh, asa cangcaya, naha teu inget kitu basa keur susah, ngawangun rumah tangga ti nol.  Teu kungsi lila telepon aya nu ngangkat, hate ngeleketey leuleus, cimata nu tatadi di tahan budal oge, sora halimpu nu ngawaler telpon ngabejakeun yen bapana tos kulem, abdi  mah sareng istrina.

0

Kamis, 27 Oktober 2016

Wisata Bawah Laut Raja Ampat


Saya sangat bersyukur menjadi orang Indonesia, di setiap kota yang pernah saya kunjungi selalu menyuguhkan keindahan yang tiada hentinya hati ini mengingat dan menafakuri keagungan Allah.
Diantara tempat yang pernah saya kunjungi  yaitu Bandung  adalah tempat kelahiran saya, sampai saat ini Bandung masih menjadi tempat yang saya rindukan untuk berlibur.  Kedua Bulukumba tempat kelahiran  suami tercintah, indah pake banget pemandangannya. Lalu kota selanjutnya Garut sebagai tempat wisata favorit keluarga saat lebaran. Solo, Jogya, Bali semuanya subhanallah...pokoknya indah, indah, indah. Kota berikutnya yang insya Allah akan dikunjungi jika Allah mengizinkan  karena kita manusia hanya bisa merencanakan dan yang memutuskan adalah Allah mudah-mudahan sehat dan panjang umur adalah Banjarmasin,  Makassar, Padang dan Papua.
Kalau berbicara Papua, jadi ingat wisata yang sangat terkenal di sana yaitu sebuah destinasi wisata bawah laut Raja Ampat.
Karena keindahannya Raja Ampat telah di dokumentasikan dalam film dokumenter  dengan judul “Edis Paradise 3”. Film ini mengangkat keindahan bawah laut, sejak saat itu Raja Ampat dijuluki amazon lautan dunia, karena letaknya berada di segitiga karang dunia.
Hingga kini kelestarian alam Raja Ampat masih terjaga, karena dilindungi oleh Undang-Undang. Seperti kita ketahui, banyak kepentingan bisnis yang akan merusak ekosistem laut jika tidak dijaga dengan ketat. Raja Ampat kini telah menjadi wisata dunia.
Menurut informasi yang saya peroleh, 75 % species laut dunia berada di Raja Ampat. Jika kita menyelam atau diving di sana akan menikmati terumbu karang dan bermacam-macam biota laut yang indah.
Walau pun indah, tapi wisata Raja Ampat masih sepi wisatawan domestik. Mungkin karena faktor biaya transportasi menuju ke destinasi lumayan mahal.  Oleh sebab itu Wisata Raja Ampat disebut juga surga wisata tersembunyi, dan keindahan bawah lautnya tidak tertandingi di antara wisata bawah laut di Indonesia.
Berbeda dengan wisatawan asing, mereka punya pendapatan lebih sehingga bisa wisata ke sini.
Selain keindahan bawah lautnya, Raja Ampat juga memiliki hutan yang tak kalah indah, di sana terdapat sungai yang airnya biru. Untuk mencapai sungai tersebut harus streking sekitar 30 menit.
Pasti Anda berpikir takut tersesat? Jangan khawatir, penduduk di sana yang mayoritas nelayan bisa menjadi pemandu wisata, mereka sangat bersahabat apalagi jika Anda membawa permen dan buah pinang sebagai tanda persahabatan.
Adakah di sini pembaca yang sudah pergi ke Raja Ampat? Bisa share pengalamannya di sini. 


1