Memberi dan Menginspirasi

Jumat, 27 September 2013

Wisata Alam ke Taman Bunga Nusantara



Sobat percil, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman ketika berlibur ketaman bunga Nusantara Cipanas. Taman bunga ini letaknya tak jauh dari Puncak.  Wisata ini dalam rangka tadabur alam remaja mesjid yang ada di wilayah kampung saya. Saya diajak oleh teteh.
Begitu memasuki area taman bunga ini, pemandangan indah bisa kita nikmati. Untuk mengelilingi  area yang luasnya 35 hektar ini disediakan mobil.  Didalam mobil kita mendapat penjelasan mengenai tempat-tempat yang kita lewati, tepat di depan menara kita semua turun dari mobil untuk menikmati suasana ditaman ini.
Taman ini dibangun dengan berbagai tema, ada Taman Bali, taman Perancis, taman Mawar, taman Rahasia (labirynth), taman Mediterania, taman Palem, dan Taman Jepang. Disini juga terdapat rumah kaca yang berisi berbagai jenis bunga. Namun saya tidak masuk kesana, karena kaki sudah pegel berjalan.
Kita bisa menyaksikan keindahan taman bunga secara keseluruhan dari atas menara. Yang paling indah adalah Topiari burung merak dengan bunga yang membentang membentuk seperti ekor burung merak dengan warna yang memikat. Kabar nya bunga-bunga ini didatangkan dari luar negeri.
Disini juga ada taman yang bertemakan air didalamnya ada angsa hitam yang sudah jarang ditemui ditempat biasa, dan disini juga ada angsa putih yang keduanya didatangkan dari luar negeri.
Jika berkunjung kesini enaknya memang bawa perbekalan dari rumah, seperti nasi untuk dimakan bersama-sama (bothram)  sambil menikmati suasana. Saya dan rombongan pun membuka perbekalan. Nikmat sekali rasanya .
Setelah puas  bermain di sekitar menara, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki mobil kembali. Dan berakhir ditempat  pertama tadi naik mobil. Tak terasa waktu cepat berlalu, sayapun bersiap kembali menuju Bandung. Rasanya belum puas, dan saya berjanji dalam hati akan kembali lagi bersama ayah dan ibu beserta adik.
 ( Ananda Aprilia Nurhasanah, SDN Cangkuang 3 Rancaekek  Bandung kelas IV, Kp. Bojong Koneng RT 01 RW 04 Cangkuang Rancaekek )
dimuat di koran percil
0

Kamis, 01 Agustus 2013

Menikmati Wisata Alam Panjugjugan




Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk menyapa saat menginjakkan kaki di areal wisata alam Panjugjugan. Daerah yang masih asri di daerah Sumedang ini selalu kebanjiran pengunjung, terutama dikala weekend.  
Dengan hanya membayar tiket masuk Rp5000/ jiwa, kita sudah bisa menikmati berbagai fasilitas yang disediakan. Sangat cocok untuk keluarga besar yang ingin menikmati liburan yang murah meriah namun tetap  mengedukasi.
            Wisata  Pangjugjugan tepatnya berada di Babakan Anjun, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, kira-kira 3 kilometer dari Simpang ke arah Parakan Muncang. Begitu kita masuk,, kita akan disuguhi dengan pemandangan yang asri dan sejuk, Berada di atas perbukitan dengan suhu yang sejuk dan pemandangan alam yang memesona, lokasi ini pun didukung berbagai macam fasilitas rekreasi dan arena bermain anak.
Saya bersama keluarga langsung ketempat lesehan saung-saung yang sudah disediakan. Membuka perbekalan, karena niatnya dari rumah kita mau bothram, setelah selesai menikmati makanan yang dibawa dari rumah, anak-anak siap dengan pakaian renangnya, disini tersedia kolam renang untuk anak-anak.  Selain itu disini juga terdapat  playground, arena bermain anak, terapi ikan, batu refleksi, curug, lapangan futsal, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan.
Tapi khusus untuk kolam renang, flying fox, becak mini, tunggang kuda dan paparahuan kita harus membayar lagi. Tak hanya itu, di tempat ini pun ada penginapan Rumah Adat sunda, yang terdiri dari 60 kamar penginapan dan 15 tempat lesehan. Disinipun terdapat ruang / gedung untuk mengadakan resepsi atau seminar.  
Selain wisata alam ternyata ada ekowisata, bisa keliling kebun, peternakan ungas, kelinci, kambing, sapi perah dan sapi potong. Ada juga sekolah alam, outbond, pelatihan,  bahkan pemancingan juga ada. Untuk ekowisata tidak bayar lagi. “Kalau musim panen biasanya pengunjung memetik sendiri,  nanti dihitung sesuai hasil petiknya saja” kata ibu Desy Idayanti  staff HRD.
            Setelah menemani anak-anak main di wahana air, kami berkeliling menikmati pemandangan disini, berfoto di bawah burung elang. Lalu menjalani terapi ikan. Konono terapi ini mampu mengobati banyak penyakit, salah satunya reumatik.  Tak kalah seru kami mencoba permainan tradisoinal jaman baheula, bermain engrang dan pelepah kelapa yang di tarik. Saat ini permainan-permainan tersebut sudah jarang ditemui.  Berbagai aktivitas seru bisa dilakukan bersama keluarga disini.
Menurut Djadjat Suhardja seorang lulusan ITB dan  sekaligus  pendiri Alam Wisata Pagjugjugan, lokasi ini dibangun untuk menjaga kelestarian alam terutama populasi burung elang yang hampir punah. "Makanya, jika kita menikmati pemandangan di sini, kita pun bisa menyaksikan burung-burung elang yang terbang di atas areal seluas 12 hektar ini," katanya.
Wisata Alam Pangjugjugan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumedang tanggal 29 Februari 2009. Sampai sekarang, tempat wisata ini terus berkembang.
Semakin  siang pengunjung semakin padat, dari plat mobilnya banyak juga pengunjung dari luar kota, diantaranya dari Jakarta. Menurut  pengelola Wisata Alam Pangjugjugan mengatakan bahwa lebih dari 3000 pengunjung berwisata di sini setiap bulannya. Umumnya wisatawan yang datang berasal dari mahasiswa yang melakukan outbound. Ada juga pelajar dari beberapa sekolah yang melakukan wisata edukasi, seperti pengenalan tumbuhan dan hewan serta cara-cara bertani dan berternak.
Sebelum kami pulang tak lupa  untuk  membeli buah tangan,  oleh-oleh khas Pangjugjugan, seperti krispi yang terbuat dari jamur tiram, dodol stroberi, abon lele, keripik pisang dan karamel.
Mungkin harapannya kedepannya pihak pemerintah daerah lebih memperhatikan akses jalan menuju wisata panjugjugan ini, jalan menuju wisata ini sempit dan berbatu. Apalagi tidak ada pentunjuk arah. Sehingga kami harus selalu bertanya disepanjang jalan. 

Tulisanku dimuat di Pikiran Rakyat
0

Rabu, 31 Juli 2013

Pesona Sinka island Park



 Sumber gambar
Pergi ke Pontianak  sayang jika tidak menikmati wisata alamnya  yang begitu mempesona. Walaupun Pontianak bukan kota wisata yang terkenal, namun  Pontianak pernah membuat program Visit Kalbar 2010. Sehingga  ketika ada kesempatan ke Pontianak  dalam rangka silaturahmi keluarga, saya tak mau melewatkan jalan-jalan dan kuliner khasnya.
Yang menjadi ikon pariwisata diisini adalah tugu khatulistiwa atau equator monument,  yang berada di jalan Khatulistiwa Pontianak Utara, lokasinya 3 kilometer dari kota Pontianak, kearah Kota Mempawah.
Didalamnya terdapat sejarah pendirian tugu ini, tugu ini ramai dikunjungi pengunjung  terutama pada saat peristiwa titik kulminasi matahari, yang terjadi dua kali dalam setahun yaitu antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.
Peristiwa  terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.]
Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur
Satu lagi ikon wisata Kalimantan Barat adalah Singkawang, hampir semua wisatawan yang datang pasti ingin ke Singkawang, disebut juga kota Amoy, karena kecantikan wanita China (amoy) yang tekenal ke negeri China. Objek wisata yang saya kunjungi di Singkawang adalah Pantai Pasir Panjang dengan pasir putihnya nan elok; Sinka Island Park melihat pantai berbatu indah dengan latar belakang Pulau Simping ; Rumah Asli Marga Cina, Pekong tertua di Sinkawang yang ada di tengah kota dan Tungku Naga (tungku tempat pembakaran keramik yang panjang mirip tubuh naga).
Sebuah jembatan yang menghubungkan antara daratan dan pulau Simping yang diklaim sebagai pulau terkecil di Indonesia, alasan kenapa Pulau Simping disebut-sebut sebagai pulau terkecil adalah  Mempunyai ukuran yang kecil kurang dari 1 hektar, Pulau Simping adalah pulau sejati, artinya adalah daratan yang dikelilingi air laut dan tidak pernah tenggelam oleh pasang laut, Pulau Simping ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan yang menyatakan bahwa pulau tersebut mempunyai tanah dan bukan melulu merupakan tumpukan batuan, Terdapat bangunan di atasnya yaitu sebuah klenteng kecil yang berdiri menghadap laut lepas, Mempunyai penghuni, meskipun hanya penghuni tidak tetap yaitu mereka yang rutin melakukan ibadah di klenteng kecil, Ada aktifitas kehidupan di pulau tersebut, yaitu mereka yang berkunjung ke kawasan Sinka Island Park dan mampir untuk menimati keindahan alam di pulau tersebut.
Dulu pulau Simping berpenghuni, namun penghuninya lama-lama berpindah karena abrasi, lalu pulau ini mengecil. ` Singkawang menyediakan budaya, panorama dan kuliner yang menakjubkan. Budaya dengan perpaduan etnis Melayu, Dayak dan Cina menjadikan Singkawang kaya akan ragam budaya.  Yang paling terkenal adalah Perayaan Cap Go Meh yang diadakan 15 hari setelah perayaan Imlek (tahun baru Cina). Atraksi menarik saat Cap Go Meh adalah parade Tatung yang memperlihatkan ilmu kekebalan tubuh mereka. 2 hari menjelang parade, Tatung biasanya sudah turun ke jalan. Pada saat Cap Go Meh banyak wisataan yang datang ke Singkawang sampai full book semua Hotel di Singkawang.
 Mengenai Sinka Island park merupakan  kawasan wisata tepi pantai  dan menampilkan hewan-hewan langka lokal maupun luar daerah, kebun binatang ini terletak diberbagai penjuru mengelilingi gunung dan Nampak keindahan laut dari atas gunung, taman rekreasi ini juga memiliki mobil pembawa wisata untuk mengelilingi gunung.
Untuk Kulinernya, Singkawang memiliki Pasar Hongkong (untuk sebutan Jalan Bawal dan sekitarnya) yang beroperasi di malam hari yang menyediakan aneka makanan khas Singkawang. Jelang malam, keindahan klenteng Tri Darma dan Mesjid Raya tidak mungkin terlewatkan, di sinilah jantung kota Singkawang. Kedai makanan mulai buka pada malah hari. Ada makanan sotong bakar atau cumi kering yang dibuat sederhana. Cara membuatnya mudah saja, pertama sotong disobek hingga kecil kemudian dibakar. ada juga sotong kangkung. Sotong direndam di air gunung selama dua hingga tiga hari untuk menghilangkan lendirnya. Sebelum dipotong, sotong direbut satu menit. Sotong kangkung disajikan dengan bubuk kacang sangrai serta saus dari kanji, gula merah, dan asam Jawa. Sebagian besar pelanggan membeli untuk dibawa pulang.Sotong kangkung ini termasuk kuliner legendaris yang sudah digemari sejak 1970-an. Dipagi hari saya mencicipi bubur Pekong, bubur daging sapi plus kuah bersayur yang kental dan gurih.
Sehari di Pontianak memberikan kesan tersendiri. Keesokan harinya saya kembali ke kampung halaman untuk menjalankan rutinitas. Tak lupa membeli oleh-oleh khas Singkawang berupa manik-manik dan batu mulia.

Pernah dimuat di Prioritas 
0

Selasa, 18 Juni 2013

Meningkatkan Kecerdasan Anak dengan Musik




Musik banyak sekali manfaatnya, termasuk dalam perkembangan anak.  Hasil penelitian para ahli membuktikan bahwa pelajaran music memiliki efek positif terhadap perkembangan otak anak. Oleh karena itu  memperkenalkan music sejak dini kepada buah hati, akan sangat bermanfaat.
Langkah awal untuk mengenalkan music pada anak dapat berupa mengajak anak untuk memperdengarkan music saat sebelum tidur. Dengan memutar kaset atau CD atau music instrumental yang membuat relaksasi.
Selain melalui CD, kita dapat membawa buah hati untuk belajar music ditempat kursus. Usia yang ideal untuk memulai pelajaran music adalah 3-6 tahun.  Pada usia tersebut merupakan waktu terbaik untuk perkembangan pendengaran.
Music dipercaya dapat membantu perkembangan mental ana, meningkatkan koordinasi fisik dan menambah  keterampilan berbahasa. Selain itu, music mendukung peningkatan kemampuan matematis dan social. Melatih daya ingat dan kreativitas buah hati.
Manfaat lain dari bermain music adalah melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan-gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak.
Alat music yang direkomendasikan di pelajari oleh usia dini adalah piano dan organ, namun biola dan gitar juga baik untuk dipelajari anak sejak kecil.
Perdengarkanlah terus music  pada  buah hati, ketika bayi semakin tumbuh berkembang, mulailah rutin melakukan aktivitas ini untuk membantu pembentukan otak sikecil.
·         Dukung dan hargai kepribadian uniknya
·         Peluk, ayun dan sentuh  bayi anda, belailah kulitnya untuk meningkatkan aktivitas otaknya
·       
sumber :utusan.com
  Tanggapi kesukaan dan ketidaksukaannya. Anda akan mengerti bahasa tubuhnya jauh sebelum ia bisa berbicara.
·         Pelihara agar lingkungan tinggal anda selalu tenang. Lindungi bayi dari tekanan emosional. Pasalnya sangat sulit bayi untuk berkonsentrasi jika terdapat  suara music yang keras atau televise yang tak pernah berhenti.
·         Jangan melakukan interupsi ketika bayi anda sedang berkonsentrasi. Sedikit menjauh darinya dengan terus mengawasi, coba pahami apa yang sedang dilakukan olehnya.
·         Selamat bermain music !
Penulis : Yati Nurhayati
0